Archive for the 'Puisi' Category

08
Mar
10

PUISI: SAJADAH SELEMBAR BADAN

Oleh Arwinto Syamsunu Aji

Luka-luka bersembahyang, di atas sajadah selembar
badan. Angin mudik berkesiut pelan, tiap kali cakar-cakar gelombang dipantaikan. Jadi buih-buih putih kenangan.
Jadi detik-detik yang senja temaram. ”Engkau ingin melipat seluruh pelayaran? Wahai, engkau akan menggulung semua yang belum labuh atau karam?” tanya yang masih bersabung dan bersambung ke halaman demi halaman berpasir lembut serta basah penghidupan.

Tetapi bujur hari telah ditekuk rukuk duri nyeri dicabut sujud. Berulang-ulang. Sejak peluit niat itu aku tiup,
dunia kuajari satu kesabaran: menunggu di luar seluruh bisik dan gerak pencitraan.

Luka-luka bersembahyang, di atas sajadah selembar
badan. Sampai dahi bergaram. Batin mengupas kerakap dendam, pori-pori terjauhkan dari rangkak ulat dan guguran mawar berulang-ulang. Berulang-ulang. Menyempurnakan sentuhan sekian sayang: rindu yang mengangkut desir hawa keikhlasan

Kebumen, 2008

23
Jan
10

PUISI: KAU NAMAKAN AKU LIDAH

Oleh: Arwinto Syamsunu Aji

Kau namakan aku lidah. Baiklah. Tak seorang perlu memukul-mukul kentong, mengundang tetangga, membagi-bagikan bubur merah. Nama itu cukup indah. Tak cuma mengelendot dalam gendongan – tak cuma semampir sebagai sebutan. Karena memang daging, karena adalah darah akan kupikul dari kosong ke arah dari diam ke langkah. Continue reading ‘PUISI: KAU NAMAKAN AKU LIDAH’




Archives

Blog Stats

  • 9,878 hits

Categories

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

Top Rated


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.