RABIAH

by 3senyuman

Nestor EDitHidup bukan untuk membuat, melainkan untuk menyelesaikan segala sesuatu.

(Aristoteles,  Filsuf Yunani)

Sejarah kehidupan sering diwarnai kehadiran pribadi-pribadi yang menggetarkan hati. Mungkin pribadi itu bukan tokoh atau petinggi penting, tapi memiliki karakter mengesankan atau melakukan tindakan yang mengundang rasa hormat. Dan rasanya Rabiah termasuk pribadi berkarakter seperti itu.

Ia lebih dikenal sebagai “Suster Apung”, karena hampir setiap hari, selama 30 tahun,  ia terapung-apung di laut, berlayar dari satu pulau ke pulau di Kepulauan Liukang Jaya, di kawasan Laut Flores, Sulawesi Selatan, untuk menjalankan tugas sebagai tenaga medis Puskesmas.

Ya, hampir setiap hari Rabiah menerjang ombak dengan perahu tradisional, dari pulau ke pulau lain, untuk mengobati orang sakit yang membutuhkan pertolongan. Kadang ia harus berlayar sejauh 300 kilometer, karena wilayah tugas Puskesmas Liukang Tanggaya, tempat ia bertugas, mencapai luas 700 kilometer persegi.

Nama Rabiah dan julukan “Suster Apung” mencuat sejak ia muncul di acara Kick Andy di Metro TV. Kisah tentang pengabdian Rabiah memang pernah dibuatkan film dokumenter dan muncul di stasiun TV tersebut. Tapi, siapakah sebenarnya Rabiah?

Rabiah lahir di Sigeri, Kepulauan Pangkep, Kab. Pangkajene, Sulsel, 29 Juni 1957. Setamat SMP, ia melanjutkan sekolah di Penjenang Kesehatan (PK), sekolah kesehatan setingkat SPK. Ia ingin mengikuti jejak neneknya, tenaga medis pertama di kampungnya. Lulus dari PK, 1977, Rabiah diangkat jadi PNS di Puskesmas Liukang Tanggaya.

Rabiah kemudian menikah dengan sesama rekan paramedis, pimpinan Puskesmas di tempatnya tugas, dan dikaruniai empat anak. Tapi malang, sang suami kemudian meninggal karena penyakit malaria. Rabiah terpaksa menitipkan empat anaknya ke neneknya di Sigeri. Rabiah kembali ke pulau seorang diri, dan meneruskan tugas sebagai “Suster Apung”, hingga sekarang.

Wilayah Puskesmas Liukang Tanggaya  meliputi 25 pulau. Ke-25 pulau itu dibagi jadi lima wilayah: tengah, barat, utara, timur, dan selatan. Jarak tempuh dari wilayah tengah ke timur berkisar 11 jam perjalanan dengan kapal. Bahkan, ada pulau yang letaknya lebih dekat ke Lombok ketimbang ke Makassar. “Berangkat pagi-pagi, rata-rata baru sampai di tujuan saat magrib,”  cerita Rabiah, seperti ditulis GATRA.

Toh, Rabiah masih bersyukur, karena sekarang perahu yang mengantarnya bertugas sudah pakai mesin. “Dulu cuma pakai layar. Kadang menjelang maghrib kami sudah lihat pulaunya, tapi malamnya hilang, karena kami terbawa angin dan arus,” jelasnya. Pernah, suatu ketika perahu mereka menabrak pulau karang tak berpenghuni. Perahu hancur berantakan. Ia bersama 14 orang penumpang lain terdampar tujuh hari tujuh malam, tanpa persediaan makan. Di tengah rasa putus asa, mereka menulis pesan di atas tempurung kura-kura yang sudah kering, lalu dihanyutkan ke laut. Tuhan Mahabesar. Salah satu tempurung kura-kura ditemukan warga pulau. Bantuan pun datang.

Jadi suster terapung selama 30 tahun, sungguh menyimpan banyak suka duka.  Tapi semangat Rabiah tak pernah surut. Memang lelah, tapi tanpa keluh, tanpa bosan. Rabiah juga pantang menyerah pada keterbatasan. Suatu ketika terjadi wabah diare di Pulau Sapuka. Persediaan cairan infus sudah habis. Tinggal cairan infus yang sudah kadaluarsa lima tahun. Sementara salah seorang pasien sedang sekarat. Ditengah pergolakan batin, Rabiah terpaksa memberikan cairan kadaluwarsa itu. Alhamdulillah, pasien itu sembuh dan masih sehat sampai sekarang.

Kini Rabiah memimpin belasan tenaga petugas kesehatan. Setiap hari ia menyisiri Kepulauan Liukang Jaya, untuk mengontrol petugas yang ia tempatkan di beberapa pulau. Para calon suster apung, paramedis-paramedis muda itu, menghormati dan menjadikannya sebagai teladan. Tapi baginya itu tak penting benar. “Bekerja adalah pelayanan dan tanggung jawab,” katanya.

Ia seperti menyelesaikan segala sesuatu. Ikhlas. Karena itu menggetarkan hati, dan mengundang rasa hormat. *

Oleh Nestor Rico Tambunan

<!–more

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: