BAHASA INDONESIA JURNALISTIK

by 3senyuman

Ketika seseorang ingin mewujudkan apa yang terlintas dalam pikirannya atau apa yang dirasakan dalam hatinya, maka ekspresi tersebut bisa diketahui oleh orang/pihak lain lewat bahasa. Baik itu bahasa lisan atau bahasa tulisan. Itulah salah satu fungsi dari bahasa. Lewat bahasa jelasnya kita bisa berkomunikasi.

Seorang wartawan, reporter, koresponden ketika menggeluti tugasnya: melaporkan suatu kejadian yang diliputnya maka bahasa hadir paling terdepan dalam mengunjungi para pembaca, pendengar, ataupun pemirsa.

Tentu bahasa yang digunakan si penulis haruslah bahasa yang dipahami pembaca, pendengar, pemirsa. Untuk itu tuntutannya bahasa yang digunakan harus langsung mempunyi effek. Tentu harus menggunakan kalimat effektif.

Seperti dilukiskan Yohanes (dalam Sumadiria, 2006:7), kalimat efektif adalah kalimat yang dengan tepat mewakili atau menggambarkan pikiran dan atau perasan penulis sehingga mnimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran dan atau perasaan pembaca.

Menyimak pandangan wartawan senior, Rosihan Anwar, bahasa jurnalistik atau bahasa pers adalah bahasa yang memiliki ciri khas: singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik. Bahasa jurnalistik/pers tetap patuh pada bahasa Indonesia baku. Tetap memakai EYD, kosa kata yang berlaku umum.

Salah satu  kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia yang dipakai pada kalangan wartawan adalah bahasa Indonesia Jurnalistik. Yaitu bahasa yang digunakan oleh para wartawan, redaktur, atau pengelola media massa dalam menyusun dan menyajikan, memuat, menyiarkan, dan menayangkan berita serta laporan peristiwa atau pernyataan yang benar, aktual, penting dan atau menarik dengan tujuan agar mudah dipahami isinya dan cepat ditangkap maknanya. (Samadaria, 2005 :7).

Ketentuan Berbahasa Jurnalistik

Berdasarkan prinsip jurnalistik yang telah dijelaskan di atas, maka Sudirman Tebba, (2005:118-126) membuat beberapa ketentuan berbahasa jurnalistik/pers yang telah disarikan oleh penulis menjadi sebagai berikut:

  1. Penggunaan kata harus ekonomis supaya berita bisa lebih pendek. Berita itu lebih pendek lebih baik. Khalayak yang penuh kesibukan tidak punya banyak waktu untuk membaca, mendengar, menyaksikan berita. Kalimat panjang dapat membosankan. Contoh: ”Mengadakan penelitian” cukup ditulis ” meneliti”,  ”Disebabkan oleh fakta” cukup ditulis ”karena”, dan ”Melakukan kunjungan” sebaiknya ditulis ” berkunjung”.
  2. Kalimat yang digunakan dalam menulis berita sebaiknya harus kalimat aktif, bukan kalimat pasif. Kalimat aktif adalah kalimat yang disusun dalam struktur baku: subjek-predikat-objek. Contoh kalimat aktif: Pemerintah menaikkan harga minyak. Contoh kalimat pasif: Harga minyak dinaikkan.
  3. Kalimat yang digunakan sebaiknnya kalimat tunggal, karena lebih sederhana dan mudah dipahami. Kalimat majemuk tetap boleh  dipakai, sepanjang kalimat tunggal tidak bisa menjelaskan peristiwa secara lengkap. Tetapi panjang kalimat harus dibatasi maksimal 20 kata dan minimal 8 kata. Contoh kalimat tunggal: Di Jawa orang membangun. Contoh kalimat majemuk: Di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, di mana-mana orang membangun.
  4. Ada baiknya lebih banyak menggunakan kata kerja dan  sedikit kata benda. Karena kata kerja dinamis dan kata benda statis. Contoh kata kerja : Stabilitas politik saat ini berkembang mantap. Contoh kata benda : Perkembangan politik saat ini mantap.
  5. Kalimat yang dipakai sebaiknya kalimat positif bukan kalimat negatif. Kalimat positif menggambarkan keaadan aktif. Sedang kalimat negatif menggambarkan keadan pasif. Contoh kalimat positif: Pimpinan DPR menyatakan bahwa mereka setuju langkah pemerintah membuat Perppu Anti Pornografi. Contoh kalimat pasif: Pimpinan DPR menyatakan bahwa mereka tidak menentang langkah pemerintah membuat Perppu Anti Pornografi.
  6. Hendaknya tidak menggunakan kalimat yang kabur atau tidak jelas. Contoh kalimat kabut/tidak jelas: Hanya sebagian kecil anggota DPR yang menandatangani pernyataan yang meminta Akbar Tanjung mundur dari jabatan Ketua Dewan. Sebaiknya ditulis:  Hanya 70 dari 500 anggota DPR yang menandatangani pernyataan yang meminta Akbar Tanjung mundur dari jabatan Ketua Dewan.
  7. Sebaiknya hindari kata-kata yang mengandung arti ganda atau lebih dari satu arti. Contoh kalimat punya arti ganda: Satu orang tewas dalam kecelakan di jalan tol kemarin. Contoh kalimat punya satu arti: Satu orang tewas dalam tabrakan truk dengan kendaran lain di jalan tol Jagorawi, kemarin.
  8. Penggunaan kata sifat sebaiknya dipakai seperlunya. Terlalu banyak kata sifat akan mengaburkan arti. Contoh kalimat dengan pemakaian kata sifat yang terlalu banayak :  Presiden Republik Indonesia, Susilo Banbang Yudoyono yang bertubuh tegap, penebar senyum dan lincah itu akhirnya ditolak laporan pertanggungjawabanya dalam Sidang Umum 2009.
  9. Kalimat jurnalistik hendaknya tidak menggunakan kata-kata atau istilah asing yang kurang dikenal oleh khalayak. Jika ada kata atau istilah asing maka harus ada terjemahannya. Contoh yang tepat: Keterpurukan ekonomi dunia saat ini, karena global economic crisis ( krisis ekomoni global) yang sedang melanda dunia.
  10. Kalimat jurnalistik/pers harus langsung dan tidak berbelit-belit. Kalimat yang berbelit-belit akan menyulitkan khalayak pembaca, pemirsa, dan pendengar untuk mengerti. Contoh kalimat berbelit-belit: Pajak kendaraan bermotor yang berlaku sekarang adalah lebih rendah dari pajak yang berlaku lima tahun yang lalu, tetapi lebih tinggi 10 persen dari pada pajak yang berlaku tahun lalu, tetapi pajak yang brerlaku sekarang akan dinaikkan lagi sebanyak 15 persen untuk penyesuaian sekiranya disetujui oleh DPR, demikian diterangkan oleh Menteri Keuangan Profesor XYZ. Contoh kalimat yang tidak berbelit-belit.: Menteri Keuangan Profesor XYZ menerangkan bahwa Pajak kendaraan bermotor akan dinaikkan 15 persen jika disetujui oleh DPR. Dijelaskan juga bahwa pajak yang berlaku sekarang adalah lebih rendah dari pajak dibanding lima tahun lalu. Sebaliknya dibanding dengan tahun lalu  pajak yang berlaku sekarang adalah 10 persen lebih tinggi.
  11. Kalau untuk berita televisi, maka harus dihindari kalimat terbalik. Contoh kalimat terbalik yang harus dihindri: Tidak ada lagi bahaya banjir selama lima tahun mendatang di daerah DKI Jaya, demikian diterangkan oleh Kepala Proyek Banjir, Ir. NMN.  Seharusnya: Kepala Proyek Banjir DKI Jaya, Ir. NMN menegaskan bahwa tidak akan ada lagi bahaya banjir di DKI selama lima tahun mendatang.
  12. Dalam bahasa jurnalistik/pers hendaknya diusahakan pokok kalimat berdekatan dengan sebutannya. Pemisahan terlampau jauh antara pokok dan sebutan akan mengacaukan khalayak. Contoh yang terpisah jauh: Direktur  PT Pasti Untung, Mr. Fulan yang menolak panggilan polisi untuk didengar keterangannya sehubungan dengan keterlibatannya dalam kasus penyeludupan obat bius lewat pelabuhan Tanjung Priok kemarin telah ditahan. Sebaiknya ditulis : Direktur  PT Pasti Untung, Mr. Fulan telah ditahan kemarin. Sebelumnya Mr. Fulan menolak panggilan polisi untuk didengar keterangannya sehubungan dengan keterlibatannya dalam kasus penyeludupan obat bius lewat pelabuhan Tanjung Priok.
  13. Mata uang asing, ukuran, timbangan, dan takaran negara lain harus dicari persamaannya dengan apa yang berlaku di Indonesia. Contoh:        200 ribu dolar Amerika —– 1 miliar 800 juta rupiah.
  14. Benda-benda atau kata-kata asing yang terpaksa digunakan dalam berita sebaiknya diberi sedikit penjelasan.Contoh: Burung Flamingo dari Brazil., yaitu sejenis burung bango yang lebih panjang lehernya daripada burung bango di negeri ini.
  15. Karya jurnalistik tidak hanya mengungkap fakta, tetapi lebih dari itu merupakan strategi dalam pembentukan lingkungan sosial yang lebih berharkat. Oleh karena itu bahasa jurnalistik/pers dapat saja mendekati karya sastra sesuai perkembangan zaman. Namun ciri jurnalistik tetap terpelihara karena materi yang disajikan tetap fakta. Bukan fiksi yang imajinatif.

Oleh Pungkut Adnan Lubis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: