RUSTRININGSIH

by 3senyuman

Nestor Bagi orang yang mempunyai tujuan, hidup tidak akan mempunyai hari akhir.

(Jawahahral Nehru, Perdana Menteri India)

Jumlah bupati di Indonesia kini amat banyak. Sebab, sejak otonomi daerah merebak, jumlah kabupaten terus membengkak. Tapi, barangkali Rustriningsih lah salah satu bupati yang paling berhasil menunjukkan bagaimana seharusnya memimpin satu daerah. Ia pula lah satu-satunya bupati yang pernah diliput secara khusus oleh stasiun  televisi berita terkemuka dunia CNN. Ia ditampilkan dalam feature sepanjang empat menit, karena dianggap sebagai sosok pejabat yang bersih dan merakyat di tengah citra Indonesia sebagai salah satu negara paling korup.

Sebelum tampil di CNN, Rustri juga pernah diliput koran terkemuka Amerika New York Times, dan koran Singapura, The Strait Times. Temanya sama: sosok Rustri sebagai pejabat yang jujur.

Siapa sebenarnya Rustri? Apa yang telah ia lakukan?

Ia lahir di Gombong, Kebumen, 3 Juli 1967. Ketika terpilih jadi Bupati Kebumen, tahun 2000, Rustriningsih baru berusia 33 tahun, dan masih lajang. Banyak yang sinis dan meremehkan kemampuannya. Ia dianggap cah wingin sore – anak kemarin sore. Tapi ia menjawab penilaian sinis itu dengan serangkaian terobosan dan kerja nyata.

Perilaku birokrasi yang tadinya sarat kolusi, korupsi, dan nepotisme ia kikis habis. Praktek main suap pegawai negeri yang mau naik pangkat  atau memegang jabatan strategis, ia hapus. Dalam rekrutmen kepala sekolah, misalnya. Semua calon diseleksi di ibukota kabupaten, dengan pengawasan ketat. Sebelumnya, untuk menjabat kepala sekolah menengah, konon seorang peminat harus mengeluarkan suap  Rp 20 juta.

Contoh lain, ulah para kontraktor yang kerap memainkan nilai proyek dan main sabun untuk memenangkan tender pembangunan, ia batasi. Ia bahkan tak segan-segan konflik dengan DPRD-nya. Tahun 2001, ia sempat “ribut” dengan DPRD karena menolak permintaan dewan untuk menaikkan APBD. Ia tahu, kenaikan itu ujung-ujungnya akan membebani rakyat. “Zaman lagi susah, kok anggaran belanja dinaikkan,” katanya.

Rustri juga menyambung hubungan dengan rakyat lewat komunikasi dan keterbukaan informasi. Tiap pagi, selama setengah jam ia tampil rutin di In FM, radio milik Pemda, dalam acara bertajuk “Selamat Pagi Bupati”. Dalam acara itu ia menjawab langsung pertanyaan masyarakat, mengenai apa saja. Rustri bahkan memberikan nomor telepon selulernya untuk dihubungi siapa saja. Sedikitnya ia mendapat 400 SMS sehari.

Komunikasi itu membuat ia mudah menggalang partisipasi masyarakat. Ketika harus merenovasi 695 gedung SD yang terancam ambruk, ia hanya mengeluarkan dana stimulus sebesar Rp 13,5 miliar, dari Rp 21 miliar yang dibutuhkan. Selebihnya ia meminta partisipasi masyarakat untuk menyumbang dan bersama-sama memperbaiki sarana-sarana pendidikan itu. Dan masyarakat melakukan dengan senang hati.

Selain dekat dengan rakyat, Rustri selalu tampil dengan kesederhanaan  dan mengutamakan efisiensi. Ia kerap menyopiri sendiri mobil pribadinya, Kijang tahun 90-an. Ia juga terkesan mengedepankan pengabdian dari kepentingan pribadi. Ia baru menikah di usia 36 tahun, dengan Soni Achmad Saleh Ashari, setelah tiga tahun menjadi bupati. Kini mereka dikaruniai 3 buah hati.

Kebumen bukan daerah yang subur. Sumber daya alamnya pas-pasan, bergunung kapur, dan rawan bencana, dengan penduduk 1,2 juta jiwa, yang tersebar 460 desa. Tapi dengan terobosan dan efisiensi khasnya, Rustri mampu berbuat banyak. Salah satu prestasi pemerintahannya yang dianggap paling bermanfaat adalah pembangunan jalan untuk membuka daerah terisolasi di wilayah selatan daerahnya. Ia menghubungkan Patiaman – Sidareja – Jeruklegi sepanjang 58 kilometer. Begitu pula jalur Adipala (Kab. Cicacap) hingga Bodo (Kebumen) sejauh 28 kilometer. Juga jalan Kalibodo (Kebumen) hingga Wawar (Purworejo) sejauh 60 kilometer. Semua jalan ini berkonstruksi hotmix, dengan lebar 4 – 5 meter.

Pembangunan itu membuat ekonomi masyarakat berdenyut. PAD yang pada awal pemerintahannya cuma Rp 6 miliar, melejit empat kali lipat menjadi Rp 23 miliar tiga tahun kemudian. Tak heran kalau kalau sebuah lembaga internasional pemerhati pemerintahan daerah menganugerahinya penghargaan “Certificate of Out Standing Women in Local Government &  Recognition United  Nations Economic and Social Commission for Asia and The Pacific”. Ia dipuji karena terobosan dalam kepemimpinan dan mengutamakan partisipasi rakyat dalam pembangunan.

Sukses ini mengantar Rustri ke jabatan bupati periode kedua, 2005 – 2010. Tapi ia tak menghabiskan masa jabatan itu. Sebab, Agustus 2008, ia terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah, lewat Pilkada langsung, berpasangan dengan Bibit Waluyo.

Banyak yang menyayangkan posisi itu. Sosok yang sudah menunjukkan kemampuan dan sikap yang pas untuk pemimpin rakyat, mestinya bukan sekedar wakil. Tapi waktu masih panjang. Karena bagi orang yang mempunyai tujuan, seperti kata Nehru, hidup tidak akan mempunyai hari akhir. Negeri ini akan terus menunggu bakti orang seperti Rustriningsih.

Nestor Rico Tambunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: