SEPTI “JARITMATIKA” PENI

by 3senyuman

Pengetahuan. Dengan itu sebagai sayap lah kita terbang tinggi membelah angkasa.
(William Shakespeare, sastrawan Inggris)

Anda harus percaya, wanita-wanita Indonesia tak kalah dengan perempuan dari belahan bumi lain. Peni adalah salah satu buktinya.

Peni, lengkapnya Septi Peni Wulandari, pada awalnya merasa bukan siapa-siapa. Ia sarjana gizi lulusan Fak. Kesehatan Masyararkat Univ. Diponegoro. Ia sempat kerja sebagai PNS di Depkes, di Semarang. Tapi kemudian ia melepas status itu karena harus mengikuti sang suami, Dodik Maryanto, bekerja di Jakarta. Sejak itu, ibu 3 anak, kelahiran Salatiga, 1974, ini hanya menjadi ibu rumah tangga.

Tapi, tiba-tiba Peni menyentak dunia dengan “Jaritmatika”nya, sebuah metode berhitung matematika dengan menggunakan jari. Imajinasinya tiba-tiba membuat orang di Asia, Amerika, Timur Tengah, dan Eropah terpana.

Awalnya, Peni tertegun melihat putri pertamanya kesulitan berhitung dengan menggunakan jari-jari. Ia lantas terpikir menciptakan metode yang mudah untuk berhitung. Ia mencoba memadukan permainan jari dengan konsep simpoa, alat berhitung tradisional khas Cina, untuk melakukan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Selama tiga tahun, dari 2000 sampai 2003, Peni terus mengutak-utik dan mengembangkan metode itu, hingga mencapai hitungan ratusan dan ribuan.

Ternyata sang putri sangat menyukai dan menjadi pintar karena metode itu. Peni mencoba memperkenalkan metode itu kepada ibu-ibu lain di lingkungannya. Ternyata banyak yang tertarik dan minta diajari. Ia pun membuka kursus Jaritmatika. Ternyata kurus itu berkembang pesat. Sebagai panduan ia menulis dua buku: Jaritmatika, Teknik Berhitung Mudah dan Menyenangkan (2003), dan Jaritmatika, Perkalian dan Pembagian (2004). Seperti kursusnya, kedua buku itu meledak di pasaran.

Beratus ibu dilatihnya belajar berhitung. Sebagian peserta pelatihan kemudian tertarik membuka kursus. Berdirilah PT Jaritmatika Indonesia, sebagai waralaba jaringan kursus Jaritmatika. Akhirnya, Jaritmatika bukan hanya membuat anak-anak tidak takut belajar matematika, tapi juga mengubah jalan hidup banyak wanita. Banyak ibu rumah tangga yang tiba-tiba memiliki penghasilan karena membuka kursus Jaritmatika. Ada manajer perusahaan multinasional dan beberapa perempuan dengan jabatan bagus memutuskan mengundurkan diri dari kantor. Selain bisa mendampingi dan mendidik anak, mereka tetap mandiri secara finansial dari membuka kursus Jaritmatika.

Untuk melengkapi ciptaannya, tahun 2005 ia menerbitkan buku Abacabaca, sebuah metode praktis pelajaran membaca. Dengan metode Abacabaca ini, anak usia 3 tahun bisa mahir membaca. Buku ini pun mendapat sambutan hangat.

Tahun 2005, Peni terpaksa pindah ke Solo karena mertuanya sakit. Tapi bukan berarti kiprahnya berhenti. Ia mengendalikan jaringan kursus Jaritmatika-nya dari sana. Kini tak kurang dari 170 kursus waralaba Jarimatika yang tersebar di hampir 100 kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan, beberapa cabang berada di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timur Tengah. Dari semua tempat kursus itu Peni berhak 40 persen dari pendapatan.

Tahun 2007, atas prakarsa Ashoka Foundation, Peni diundang ke beberapa kota di Amerika Serikat untuk mengajarkan Jarimatika kepada ibu rumah tangga di sana. Mereka terpana atas orisionalitas kreasi dan imajinasi Peni. Ia juga kemudian melanglang ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, bahkan sampai Swedia dan Timur Tengah untuk mendemonstrasikan metode ciptaannya.

Karena ciptaannya, tahun 2006 Peni menerima penghargaan Danamon Award untuk kriteria pengembangan sumber daya masyarakat. Tapi Penih tidak berhenti sampai di situ. Dari markasnya di Margo Sari, Solo, ia mendirikan Institur Ibu Profesional, sebuah jaringan para ibu rumah tangga. Ini semacam sekolah untuk menjadi ibu professional. Selain mendidik anak, mereka belajar bersama, merancang seminar, workshop, dan berbagai kegiatan produktif lain. Jaringan sosial para ibu rumah tangga professional ini kini beranggotakan 1.000 orang.

Peni agaknya tak akan pernah berhenti berkreasi, belakangan ia memperkenalkan metode belajar membaca dan memahami Alquran secara praktis. Dan seperti kreasi sebelumnya, metode ini rasanya akan mendapat sambutan antusias. Peni sungguh menunjukkan, wanita Indonesia tak kalah dengan perempuan dari belahan dunia yang lain. Lebih dari itu ia sudah membuktikan ucapan William Shakespiere, bahwa kita akan bisa terbang tinggi dengan pengetahuan sebagai sayap.

Nestor Rico Tambunan

2 Comments to “SEPTI “JARITMATIKA” PENI”

  1. memang ya pak, stiap org yg slalu berusaha keras pasti berhasil. ya sprti yang bpk tuliskan itu. oya pak, met ntal dan tahun baru yah! maaf kalo terlambat. tapi, bisa ngak bpk krim alamat fb bpk k email saya? ato no tlpn anda? soalnya para pserta karya tulis yg ikut kmaren pada minta pak, trutama buku yg di tunjukkan bpk kmaren..

  2. bagaimana caranya untuyk kerjasama membuka kursus Jaritmatika di Banyuasin Sumatera Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: