PUISI: SAJADAH SELEMBAR BADAN

by 3senyuman

Oleh Arwinto Syamsunu Aji

Luka-luka bersembahyang, di atas sajadah selembar
badan. Angin mudik berkesiut pelan, tiap kali cakar-cakar gelombang dipantaikan. Jadi buih-buih putih kenangan.
Jadi detik-detik yang senja temaram. ”Engkau ingin melipat seluruh pelayaran? Wahai, engkau akan menggulung semua yang belum labuh atau karam?” tanya yang masih bersabung dan bersambung ke halaman demi halaman berpasir lembut serta basah penghidupan.

Tetapi bujur hari telah ditekuk rukuk duri nyeri dicabut sujud. Berulang-ulang. Sejak peluit niat itu aku tiup,
dunia kuajari satu kesabaran: menunggu di luar seluruh bisik dan gerak pencitraan.

Luka-luka bersembahyang, di atas sajadah selembar
badan. Sampai dahi bergaram. Batin mengupas kerakap dendam, pori-pori terjauhkan dari rangkak ulat dan guguran mawar berulang-ulang. Berulang-ulang. Menyempurnakan sentuhan sekian sayang: rindu yang mengangkut desir hawa keikhlasan

Kebumen, 2008

2 Comments to “PUISI: SAJADAH SELEMBAR BADAN”

  1. gmn kbr bpk awing? gw baru bk iseng2 inget2 tmn lama, tau ga kbrny lusiani yg di kauman n siti maisuri yg di gg tanimbar? sunarnipanjer cah smp3, aku gw dah 24 tahun ga prnah ktm dia? anakmu piro saiki? truz pipit? slm tuk tmn2 semua, wah hebat ya msh rajin tulis2 puisi, slm buat nyonyamu juga kel

  2. nanti email saja ke email saya trims mas awing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: