Archive for ‘Komunikasi Radio’

August 22, 2010

INTERLUDE BUAT DINAR

by 3senyuman

NAMA  saya  George. Kalau kamu  lupa,  saya  ingin  mengingatkan. Waktu itu, kamu sedang menghidupkan pesawat pemancar.  Meniup-niup mikrofon. Saya langsung  masuk  ke  frekuensimu.  Kamu saya panggil-panggil dan saya ingat, kamu tidak menggubris kedatangan saya. Masih saja meniup-niup mikrofon.

Saya  jengkel,  untung baru selesai  sholat.  Saya geregetan. Ya, Tuhan, gadis macam apa pula ini?

read more »

Advertisements
May 26, 2010

MADONNA

by 3senyuman

DARI Lokal Orari Kemayoran, ia melangkah perlahan. Lalu, dengan gerak yang seolah hendak memamerkan kejenjangan lehernya, ia berdiri di depan saya. Sejenak saya terpesona. Ada sesuatu yang terasa bergeletar di dada. Ada sesuatu yang terasa bergelora di sana. Sesuatu yang indah. Indah.

Ya, Sejak pertama kali saya mengenal geraknya itu, dulu, ia memang telah menitipkan suatu perasaan tersen¬diri di batin saya. Suatu perasaan yang selalu saya biarkan sebagai mana harusnya. Perasaan yang mungkin ada dan mungkin juga tiada.

read more »

January 8, 2010

COPY DARAT

by 3senyuman

ADAKAH garis pemisah antara pertemuan di udara dengan pertemuan di darat? Mengapa seseorang hanya ter¬tarik pada suara, sementara yang lain masih berusaha bertemu muka?

Seorang isteri pernah berkisah tentang perilaku suaminya di udara yang lebih senang ngebrik dengan sejum¬lah perempuan dari pada dengan sesama jenisnya. Malah, tanpa ijin, suaminya sering mengajak perempuan-perempuan itu makan bersama. Terus terang, katanya, ia cemburu. Suaminya punya waktu untuk perempuan lain, tapi tidak untuk dia. “Saya,” jelasnya, “memang tidak menuduh yang bukan-bukan kepada suami tapi rasanya janggal apa yang dilakukannya. Saya jadi ingat, betapa dia mengejar-ngejar ketika saya masih kuliah sampai ditingkat tiga! Saya bukan menyesal, tetapi sekedar mengingatkan betapa pen¬gorbanan saya demi cinta….”

read more »

December 7, 2009

MIKROELEKTRONIK

by 3senyuman

EMPAT puluh tahun silam, hampir setiap orang mampu merakit radio dalam beberapa jam. Yang  dibutuhkan  pun  hanya  beberapa komponen sederhana: sebuah  kristal  atau  tabung hampa, batere, dan sebuah kumparan.

read more »

November 11, 2009

MANTERA-MANTERA

by 3senyuman

CIRI sebuah kata selalu dinyatakan dengan  kebeba­sannya  bergerak dari setiap ujaran. Meja, sakit,  dunia, atau kata apa saja, kecuali kata depan dan kata  sambung, lazimnya dapat berdiri sendiri. Namun, prinsipnya, setiap kata  pun mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya  ketika  ia digunakan sebagai alat untuk melancarkan agresi  mela­lui  pemancar. Kata apa saja, dalam hal melukai  perasaan dan  hati sesama, sangat bebas digunakan di udara.  Mulai  dari  kata  anjing, bangsat, sapi, jahanam,  sampai  kata keparat,  semuanya  kerap  terdengar  dari  frekuensi  ke frekuensi.

read more »

November 1, 2009

M O J O K

by 3senyuman

POJOK ialah tempat yang jauh. Suatu tempat yang tidak mudah dilihati, didatangi atau dihubungi. Karena itu, bila seseorang memojok berarti ia menuju atau berada di tempat yang jauh. Tidak mudah dilihati, didatangi atau dihubungi.

Perilaku itu mungkin terjadi karena ia merasa terancam, mungkin juga karena ia terganggu atau terdesak sesuatu. Ia ingin menyembunyikan diri, menghindari tem¬pat-tempat yang mudah bertemu atau ditemui orang.

read more »

October 15, 2009

BERBURU JANDA DI UDARA

by 3senyuman
Berburu ke gurun Sahara
Dapat unta belang kaki
Berburu janda di udara
Risikonya tanggung sendiri

PENGGEMAR pemancar dan para janda tentu tak  boleh marah. Pantun di atas tak hanya lahir begitu saja. Ceri­tanya  begini  : Zaldi, tentu bukan nama  asli,  mendadak bingung. Entah mengapa, para gadis yang selama ini menja­di  sahabatnya berkomunikasi mulai menjauhkan  diri. Tak mau  lagi bercanda, tak mau lagi bertegur sapa, dan  tak  mau lagi bersua di udara. Dan,  Zaldi  yang selalu tampak dandy  itu  lantas  semakin  bingung ketika hampir seluruh mahasiswi di kam­pusnya, juga  ikut-ikutan menghindar, tak  mau  bergaul. Zaldi benar-benar jadi jengkel.

read more »

October 9, 2009

BRIKER DARI JEPARA

by 3senyuman

KARTINI sering sepi sendiri. Dalam usia yang kedua belas,  gadis kelahiran Mayong itu terpaksa  mendekam  di  rumah. Ia dipingit, tak boleh berhubungan dengan  manusia lain.  Maka, ia pun menghabiskan masa remajanya di balik keheningan tembok rumah Bupati Jepara.

read more »

September 30, 2009

DARI UDARA TURUN KE DARAT

by 3senyuman

ADA  sebuah  luka di tangan  Baskara,  sekitar  15  senti  dari bahu sebelah kanan. Luka itu agak  menyerong,  masih basah, dan pinggirnya kehitam-hitaman. Bekas  baco­kan sebuah golok.

Ceritanya,  kira-kira seminggu lalu, Baskara  nge­brik. Waktu itu, mendadak muncul seseorang di  frekuensi.  Ia  menyuruh Baskara pindah, tapi Baskara  tidak  menggu­bris.  Terjadilah  pertengkaran di  udara  yang  kemudian berlanjut  ke  darat. Subuh itu juga,  Baskara  didatangi sejumlah  orang tak dikenal. Mereka bertengkar  sebentar.  Tidak disangka, mendadak Baskara dibacok.

read more »

September 23, 2009

PEREMPUAN PANGGILAN

by 3senyuman

PERTUMBUHAN sebuah kota, konon, sejalan dengan pertumbuhan para pelacur. Sejarah telah menuturkan, kelahiran sebuah kota selalu diawali oleh para wanita tuna susila. Jika kemudian seluruh pelosok kota telah menjadi ramai, merekapun dikejar-kejar polisi, pindah atau dipindah-pindahkan ke sudut-sudut kota yang sepi.

read more »